Idealisme Bedroom singer!

Diposting oleh Unknown , Rabu, 19 Oktober 2011 01.14



Adhitya Sofyan, pertama kali denger lagunya "Adelaide Sky" di film Kambing Jantan Raditya Dika. Hmm.. ini salah satu part-nya.

ini dia... ^^d

Sebagai bed room singer dia punya strategi unik dalam mempublikasikan karya-karyanya yaitu membagikan secara gratis, ada beberapa alasan yaitu:

1. Tidak ada kepentingan penuh untuk hidup dari musik
2. Mempercepat brand building, mempermudah lagunya menyebar dan dibicarakan di internet.
3. Kesadaran bahwa file sharing/music download adalah behavior baru penikmat musik yang
tidak mungkin dihindari karena perkembangan internet.
4. Adhit tidak sendirian dalam membagi-bagikan musik gratis, banyak musisi di seluruh dunia melakukan hal sama,
5. Sharing is fun, mudah dan InsyaAllah berpahala.

Yang luar biasa semua proses rekaman dilakukan sendiri dengan alat2 di bawah ini, ni..... Untuk keperluan strings, piano, drum sounds, dipakailah keyboard controller Behringer UMX49 ini, langsung disambung ke usb port di Macbook (semua suara strings, piano dsb sudah tersedia di GarageBand. Jadilah musik2 brillian Adhitya Sofyan.


Bagaimana ide itu muncul? ini pengakuan si empunya lagu, mari kita simak ^^d
Music garage-nya bang A. Sofyan

Suatu hari saya berjalan di luar kantor, langit tiba-tiba mendadak gelap. Rintik air hujan pun mulai jatuh ke tanah. Tidak lama kemudian saya mencium harum khas tanah basah terkena air. Harum-nya khas sekali. Ya, saya selalu suka baunya.
Sesampainya di meja kerja, saya langsung nge-tweet,


“If I could bottled the smell of the wet land after the rain, I would make it a perfume”

*Sent*

Lalu saya tweet lagi, “I would name the perfume ‘After the Rain”.

*Sent*

Awalnya saya hanya berfikir tentang sebuah parfum yang bau-nya terinspirasi dari bau air hujan yang jatuh ke tanah. Sama sekali tidak ada maksud ingin menulis lagu. Apalagi saat itu saya tidak sedang pegang gitar.Namun beberapa saat saya mulai menyukai kalimat yang saya tweet tadi. Saya pikir menarik kalo kalimat tadi bisa dijadikan lagu.Tapi saya sebelumnya tidak pernah menulis lagu tanpa bentuk chord yang jelas. Apalagi saya hanya punya sebuah kalimat.Well, nothing to loose! Jadi dicoba saja.
Saya lalu mencari gitar kantor, dan mulai mencari-cari chord dari kalimat,
“If I could bottled the smell of the wet land after the rain, I would make it a perfume…”.
Setelah dicoba, bentuk lagu pun mulai terlihat. Dalam dua hari, lagu ini pun selesai. Saya beri judul After the Rain. prok..prok..prok... gud music gan....

Pencapaian musisi satu ini tak main-main seperti tampil dalam Esplanade Singapore and won 2 awards from ICEMA, the 1st Indonesian Cutting Edge Music Award as Favorite Singer-Songwriter and Favorite Solo Artist, and performing at Harmoni SCTV, a prestigious music concert held once a month with composer Andi Rianto dan Saravah Music lounge (di bawah ada ling You Tube nya loh.. :).


 His show in saravah music lounge Shibuya, Tokyo, Japan

Sebuah idealisme dapat menembus batas ekspektasi publik pada kemapanan yang bisa diraih dengan banyak jalan. Satu poin penting dari langkah A. Sofyan, Be the First, Be the Best and Be the Different. Kekuatan utama musisi ini adalah Sharing Spirit  atau semangat berbagi, dengan prinsip memberi dan memberi, kita takkan pernah merasa kehilangan, kualitas terus menaik dan berkarya tanpa beban. Terus berkarya dan buat lagu2 berkualitas bang!

Satu langkah anak bangsa, idealisme itu menjadikan kita beda, beda menjadikan kita istimewa.. ^^d

wanna know more just go to adhitya sofyan blog: http://adhitiasofyan.wordpress.com/






0 Response to "Idealisme Bedroom singer!"